Apakah anda Pernah Melakukan Kesalahan Ini Dalam Percakapan ? THe 1991
1.
Tidak Mendengarkan
Sebagian
besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan
dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding
mendengarkan. Dalam setiap perbincangan mereka sepertinya tidak tahan menunggu
giliran untuk berbicara.
Belajarlah
menekan ego anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain
katakan.
Ketika
anda mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, anda sedang membuka jalan untuk
terciptanya suatu hubungan (apapun) yang sangat potensial. Namun tetap hindari
jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika anda seperti itu lawan bicara
anda akan memberikan informasi setengah-setengah kepada anda. Antusiaslah
terhadap topik yang sedang mereka bicarakan, sebagai contoh, jika lawan bicara
anda sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu
lalu, anda dapat bertanya kepadanya :
- gunung apa yang anda daki?
- apa yang ada sukai dari mendaki gunung?
- apa saja yang anda lakukan di atas gunung?
- apa yang ada sukai dari mendaki gunung?
- apa saja yang anda lakukan di atas gunung?
- sepertinya asyik tuch naik gunung, kapan-kapan ajak aku ya ?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu
akan membuat topik pembicaraan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta
memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah
pentingnya lawan bicara anda mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh sedang
mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara
anda bertambah pada anda.
Satu tips yang paling ampuh untuk kembali diperhatikan dalam suatu pembicaraan
ataupun diskusi adalah anda panggil namanya. Ketika anda memanggil nama lawan
bicara anda, maka perhatian akan tertuju lagi kepada anda. Kebiasaan tidak
mendengar ini biasanya terjadi pada saat diskusi berlangsung. Agar anda dapat
menguasai suasana, maka anda harus pandai untuk membuat perhatian seluruh
anggota diskusi untuk mendengarkan apa yang anda sampaikan. Dengan hal
tersebut, maka apapun yang ingin anda sampaikan akan lebih mudah.
2.
Terlalu Banyak Bertanya
Beberapa pertanyaan dapat berarti anda
antusias dengan lawan bicara anda, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya
menjadi tidak baik karena sepertinya anda sedang menginterogerasi lawan bicara
anda, dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman.
Trik ini harus anda ketahui agar tercipta suatu jalinan komunikasi yang
efektif. Ketika anda bertanya pada moment yang kurang pas, maka dapat
menimbulkan suatu aura negatif dari lawan bicara anda, karena mungkin masih
banyak yang ingin mereka tanyakan. Pada suatu forum diskusi misalnya, saya sering
menganjurkan kepada teman-teman saya agar menyimpan dulu pertanyaannya dan
dapat ditanyakan setelah apa yang disampaikan oleh pemateri selesai.
3.
Kehabisan Topik
Dalam
percakapan mungkin anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan
bicara anda, terutama jika anda berbicara dengan seseorang yang baru saja anda
kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang
bisa anda bicarakan :
-
Seorang bijak pernah berkata “Jangan tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar
terlebih dahulu. Jika anda kehabisan topik untuk dibicarakan, anda bisa memulai
berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini.”
- Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling anda. Mungkin tentang aquarium yang berada dibelakang anda, anak-anak yang sedang bermain di samping anda, atau apapun saja yang memungkinkan untuk dibicarakan di sekeliling anda.
- Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling anda. Mungkin tentang aquarium yang berada dibelakang anda, anak-anak yang sedang bermain di samping anda, atau apapun saja yang memungkinkan untuk dibicarakan di sekeliling anda.
4.
Penyampaian yang Buruk
Salah
satu hal yang paling penting dalam berkomunikasi bukanlah apa yang anda
katakan, melainkan bagaimana anda menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan
ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh
adalah bagian yang sangat vital dalam berkomunikasi. Beberapa hal dibawah ini
untuk anda pertimbangkan :
- Sampaikan dengan perlahan. Ketika
anda berbicara tentang suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi
anda untuk memulai pembicaraan tersebut dan bahkan anda dapat berbicara dengan
sangat cepat. Usahakan anda memperlambat kecepatan bicara anda, karena akan
lebih mudah bagi lawan bicara anda untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang
ingin anda sampaikan.
- Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara anda memang ingin mendengarkan anda.
- Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam. Kalau bahasa di daerah saya istilahnya (kumua-kumua) / kumur-kumur.
- Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara anda memang ingin mendengarkan anda.
- Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam. Kalau bahasa di daerah saya istilahnya (kumua-kumua) / kumur-kumur.
- Bicaralah dengan suara yang tidak
monoton. Libatkan emosi dalam suara anda.
- Gunakan jeda. Penyampaian dengan
perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara anda lebih perhatian
dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks.
- Gunakan bahasa tubuh yang baik. Tanpa anda
sadari, bahasa tubuh juga merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalin
komunikasi, bahasa tubuh anda adalah cerminan dari setiap kata yang anda
sampaikan.
5.
Menginterupsi
Apakah
yang anda rasakan jika pembicaraan anda dipotong oleh lawan bicara anda? … Ya,
lawan bicara anda pun akan merasakan hal yang sama jika anda memotong
pembicaraannya. Biarkan lawan bicara anda menghabiskan terlebih dahulu apa yang
ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan anda pada lawan
bicara anda. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
6.
Ego “Selalu Benar”
Orang tidak akan terkesan kepada
anda jika anda selalu ingin merasa benar dalam setiap pembicaraan. Seringkali
pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga
mood tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. Sebagai contoh : salah satu
teman anda ingin bercerita kepada anda mengenai serunya pengalaman berarung
jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun anda malah berbicara
bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman anda akan langsung berubah.
Duduklah santai, berbicara dan tidak
berdebat. Kebiasaan
selalu benar ini sangatlah sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. jika
anda menemui orang-orang seperti ini, anda harus pandai menyampaikan maksud
anda. Karena orang yang memiliki sifat ini adalah mereka yang biasanya
menggunakan potensi otak kanannya, dimana mereka akan mencari celah sekecil
apapun agar pendapat mereka itu benar.
7.
Berbicara Tentang Hal-Hal Aneh atau Negatif
Pernahkan
anda berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal
aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan,
atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan
temannya yang mengetahui artinya.
Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada anda jika anda selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang anda keluarkan.
Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada anda jika anda selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang anda keluarkan.
8.
Membosankan
Jangan
bercerita panjang-panjang tentang mobil anda yang baru saja anda beli atau
rumah anda yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu
tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspos kemampuan diri.
Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu
misalkan. Bisa juga anda menceritakan tentang pengalaman anda berakhir pekan di
puncak kemarin atau rencana anda pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah
sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan anda.
Dale Carnegie pernah berkata :
”Dalam 2 bulan anda akan mempunyai
lebih banyak teman dengan cara antusias terhadap cerita-cerita mereka
dibandingkan 2 tahun anda mencari teman dengan cara berusaha memancing mereka
tertarik pada cerita-cerita anda.”
Cobalah memberi peran lebih dalam
berbicara untuk lawan bicara anda. Kelak anda akan membangun sebuah hubungan
yang berkualitas.
Mungkin anda sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut? … agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara.
9.
Tidak Merespon Dengan Baik
Jika
seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau
menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang anda pikirkan.
Ekspresikan perasaan anda.
Sebagai
penutup, anda tidak harus memperbaiki ke-9 langkah diatas secara sekaligus.
Pilihlah kira-kira 3 hal terpenting yang menurut anda perlu diperbaiki dan
selama 3-4 minggu anda berusaha melakukan hal tersebut secara terus menerus
sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
Mudah-mudahan
tips ini bermanfaat bagi anda sehingga kelak anda dapat menjadi teman bicara
yang baik bagi teman-teman, keluarga, ataupun kepada pasangan anda.
0 komentar:
Posting Komentar
what do you think ?